Malaysia

Insight travel APAC: Dari pemulihan hingga pertumbuhan dan ke depannya

 | Simpan
Seiring berlalunya masa pembatasan COVID-19, tren pasar perjalanan di Asia Pasifik terlihat makin menjanjikan

Pada acara Click. tahun ini, Laura Houldsworth, Managing Director Booking.com untuk Asia Pasifik (APAC), berbicara mengenai traveler masa kini dan perilaku mereka, serta pasar yang telah berubah dalam masa pemulihan setelah COVID-19.

Dengan fokus pada wilayah APAC, kami akan membahas insight utama yang berasal dari prediksi Laura di awal tahun dan membandingkan temuan ini dengan Travel Confidence Index 2023 baru kami.

Keyakinan traveler di seluruh APAC tinggi

Seperti yang dikatakan Laura di acara Click. 2023, pada Maret 2022, hanya 30% wilayah APAC yang terbuka untuk bisnis. Sejak saat itu situasi telah membaik dan sekarang terlihat sangat berbeda. Dalam sesi tersebut, Laura menjelaskan bagaimana kawasan ini mengikuti tren positif, walaupun sedikit tertinggal dari yang lain. Setelah Booking.com menutup tahun yang sukses dengan 900 juta room night di tahun 2022, ia berharap dapat melihat bangkitnya wilayah APAC tahun ini. Riset lebih lanjut juga menunjukkan bahwa total pasar akan mencapai $490 miliar pada tahun 2025. 

Prediksi ini didukung oleh hasil survei Traveller Confidence Index 2023*, di mana Hong Kong, India, dan Tiongkok menjadi tiga negara dan teritori teratas yang yakin akan pariwisata outbound-nya. Dan secara lebih luas, 73% traveler APAC mempertahankan optimisme yang tak tergoyahkan untuk rencana perjalanan mereka dalam 12 bulan ke depan.

Tips: Pertimbangkan untuk menggunakan Harga per Negara. Dengan menargetkan traveler dari wilayah tertentu, Anda dapat meningkatkan pemesanan untuk properti.

Kembalinya traveler Tiongkok sangat menjanjikan

Pada 2019, traveler Tiongkok menghabiskan $255 miliar di luar negeri. Sebanyak 166 juta trip dilakukan di luar daratan Tiongkok, jadi pembatasan COVID-19 jelas menciptakan kerugian besar. 

Sejak Tiongkok dibuka kembali pada bulan Januari, prospek travel APAC berubah dari prediksi positif menjadi kenyataan yang menggembirakan. Seperti yang disampaikan Laura pada bulan Maret: “Sekarang dengan dibukanya Tiongkok, kita benar-benar memiliki peluang tak terbatas untuk menangkap demand traveler Tiongkok yang akan kembali menjelajahi dunia, dan sebaliknya, menyambut traveler dari seluruh dunia kembali ke wilayah ini.” 

Dilihat dari angkanya, prediksi tersebut menjadi nyata. Begitu pembatasan perjalanan dicabut, sepertiga traveler Tiongkok mengubah rencana perjalanannya dari tujuan domestik menjadi internasional. 

Untuk tahun 2023, kami mengantisipasi 110 juta trip dan memperkirakan pemulihan penuh pada tahun 2024. Di posisi atas daftar tujuan traveler Tiongkok adalah Thailand, diikuti oleh berbagai destinasi di Eropa, AS, Jepang, Hong Kong, dan Australia.

Tips: Meski pembatasan COVID-19 telah dicabut, traveler tetap berhati-hati. Tunjukkan tindakan kesehatan dan keselamatan Anda untuk meyakinkan tamu.

APAC

 

Profil traveler APAC telah berubah

Kami telah melihat berbagai perubahan dalam kebiasaan traveler APAC selama beberapa tahun terakhir. Traveler di seluruh wilayah ini makin sadar dan makin peduli untuk membuat pilihan yang sesuai dengan nilai-nilai lingkungan. Mereka bersemangat untuk menyeimbangkan biaya dengan keberlanjutan.

Jika kita melihat traveler Tiongkok, ada pergeseran dari tur grup menjadi solo traveling, serta profil traveler yang lebih muda. Menariknya, baik traveler Tiongkok maupun India, banyak yang memilih untuk memperpanjang masa inap mereka menjadi lebih dari tujuh malam.

Tips: Pertimbangkan untuk menyiapkan skema harga mingguan, di mana Anda dapat menawarkan diskon untuk masa inap minimum selama 7+ malam.

Traveler India membuat pasar Asia Pasifik terus bergeliat

Sementara Tiongkok tidak beraksi, India menjadi perhatian utama. Dengan ukuran populasi yang mirip, pertumbuhannya sangat mengesankan: mereka sudah jauh melampaui jumlah perjalanan outbound tahun 2019. Tren ini tampaknya akan terus berlanjut, sementara perjalanan domestik tetap signifikan. 

Riset kami menunjukkan bahwa traveler India berencana untuk pergi Eropa. Inggris Raya dan Prancis masuk dalam lima destinasi yang paling mereka cari. Mereka juga memiliki hasrat jelas untuk mengunjungi tempat yang 'berbeda'. Hal ini harus menjadi perhatian saat menargetkan pasar yang berkembang ini.

Tips: Tunjukkan keunikan properti Anda kepada calon tamu dengan menambahkan banyak foto menarik

Kesimpulannya, ini adalah waktu yang sangat menarik untuk pasar perjalanan di APAC. Seperti kata Laura, "Asia Pasifik, kawasan yang telah menjadi unggulan industri perjalanan, memikat jutaan traveler dengan keragaman budayanya, bentang alamnya yang memukau, dan ekonominya yang berkembang pesat." 


*Riset ini dilakukan oleh Booking.com dengan sampel traveler dewasa dari 11 negara dan teritori di seluruh APAC menggunakan survei online dari 29 Maret 2023 hingga 7 April 2023. Sebanyak 8.800 responden disurvei. 

 

 

The importance of purpose in marketing | Booking.com Click. 2023
Tonton semua sesi kami on demand

Jangan lewatkan insight Click. 2023 kami. Anda dapat menonton diskusi panel 30 menit ‘Today’s Travellers’ dan masih banyak lagi.

Tonton sekarang

Bagaimana pendapat Anda tentang halaman ini?

Topics
Kesimpulan
  • Meskipun Tiongkok baru dibuka kembali untuk perjalanan pada bulan Januari, wilayah APAC keluar dari pemulihan dan tumbuh pada Q4 tahun 2022 ketika kami melihat lonjakan besar berkat demand dari Asia Utara
  • Survei Traveller Confidence Index kami mengungkapkan bahwa Hong Kong, India, dan Tiongkok adalah tiga negara dan teritori teratas dengan traveler yang siap untuk kembali pergi dan menjelajahi dunia
  • Ketika traveler Tiongkok absen, traveler India mencuri perhatian dengan jumlah outbound yang lebih tinggi dan trip yang lebih lama dibandingkan tahun 2019
  • Tahun 2019 traveler Tiongkok melakukan 166 juta trip ke luar daratannya. Tahun ini, kami melihat tingkat pemulihan yang sehat dengan perkiraan 110 juta trip